Dampak Broken Home Terhadap Psikologi Tokoh Utama Naruse Jun Dalam Anime Kokoro Ga Sakebitegatterunda Karya Mari Okada
DOI:
https://doi.org/10.30996/uncollcs.v4i1.6232Keywords:
Broken Home, Literary Psychology, Anime Kokoro ga sakebitegatterunda.Abstract
Penelitian ini menganalisis faktor penyebab dan dampak Broken home terhadap psikologi tokoh utama Naruse Jun dalam anime "Kokoro ga Sakebitegatterunda" karya Mari Okada. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor penyebab dan dampak broken home pada tokoh utama Naruse Jun. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi anak Khodijah Fatin , Khofifah Indah Rahmawati , Khoirul Huda romadhoni Dkk(2023). Penelitian dilakukan dengan mengklasifikasikan data sesuai dengan faktor penyebab dan dampak broken home . Hasil penelitian ini menunjukkan faktor penyebab broken home pada Naruse Jun sebagai berikut: (1) orang tua Jun tidak saling berbicara ada 1 data, (2) ayah Jun menyalahkan anaknya dari penyebab perceraiannya ada 1 data, (3) ibunya malu dan selalu melarang Jun keluar karena Jun tidak bisa bicara dan menyebabkan gosip ada 2 data, (4) ayah Jun ketahuan berselingkuh ada 1 data. Dan dampak broken home pada yang di alami Naruse Jun sebagai berikut: (1) Jun kesulitan mempunya teman karena Jun tidak pernah berbicara ada 1 data, (2) Jun mengira dia terkena kutukan ada 2 data, (3) Jun berbicara terbata-bata saat sedang berbicara takut menjadi pusat perhatian dan membuat dia sakit perut ada 1 data, (4) Jun merasa bersalah karna orang tuanya berpisah (5) Jun sensitif terhadap konflik verbal ada 1 data, (6) Jun meyakini bahwa saat dia berbicara dapat membuat penderitaan bagi orang lain ada 1 data.
References
Bowen, M. (1978). Family therapy in clinical practice. Jason Aronson.
Endraswara, S. (2013). Metodologi penelitian sastra. CAPS (Center for Academic Publishing Service).
Hafiza, S., & Mawarpury, M. (2018). Pemaknaan kebahagiaan oleh remaja broken home. Psympathic: Jurnal Ilmiah Psikologi, 5(1), 59–66. https://doi.org/10.15575/psy.v5i1.1956
Hall, S., Evans, J., & Nixon, S. (2024). Representation: Cultural representations and signifying practices. SAGE Publications.
Khodijah, F., Rahmawati, K. I., & Romadhoni, K. H. (2023). Memahami individu melalui psikologi perkembangan. Uwais Inspirasi Indonesia.
Krippendorff, K. (2019). Content analysis: An introduction to its methodology (3rd ed.). SAGE Publications.
Mussen, P. H., & Conger, J. J. (1977). Child development and personality (6th ed.). Harper & Row.
Mussen, P. H., Conger, J. J., Kagan, J., & Huston, A. C. (1990). Intelligence and achievement. In Child development and personality (pp. 325–378). Harper & Row.
Napier, S. J. (2001). Anime from Akira to Princess Mononoke: Experiencing contemporary Japanese animation. Palgrave Macmillan.
Nurgiyantoro, B. (2002). Teori pengkajian fiksi. Gadjah Mada University Press.
Nurgiyantoro, B. (2018). Teori pengkajian fiksi (Edisi revisi). UGM Press.
Ummah, M. S. (2019). 主観的健康感を中心とした在宅高齢者における健康関連指標に関する共分散構造分析. Sustainability (Switzerland), 11(1–14). https://doi.org/10.3390/su11010001 (Catatan: pastikan DOI ini sesuai dengan artikel Anda karena URL-nya tidak dicantumkan lengkap)
Wellek, R., & Warren, A. (1956). Theory of literature (Vol. 15). Harcourt, Brace & World.
Widyastuti, T. (2017). Resilience of a child from broken-home family: A phenomenology study. IJASOS–International E-Journal of Advances in Social Sciences, 3(9), 1024–1034. https://doi.org/10.18769/ijasos.370052
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Alicia Intan Sari, Eva Amalijah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




