Strategi Penguatan Destination Branding Wisata Bahari Jawa Timur Berbasis Keberlanjutan Dan Inovasi
Kata Kunci:
keberlanjutan, destination branding, inovasi, wisata bahari, jawa timurAbstrak
Penelitian ini menganalisis penguatan destination branding wisata bahari Jawa Timur melalui
model SATRIA (Sustainable Approach to Tourism Resilience and Innovation Advancement).
Pariwisata bahari di Jawa Timur memiliki potensi ekonomi tinggi, namun banyak destinasi
masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan inovasi, ketidakselarasan identitas, serta
penerapan keberlanjutan yang belum merata. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif,
penelitian ini membandingkan kondisi branding di sembilan wilayah pesisir Probolinggo,
Banyuwangi, Tuban, Lamongan, Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, dan Situbondo
melalui studi literatur, analisis dokumen digital, serta observasi tidak langsung terhadap
materi promosi, inovasi layanan, dan praktik keberlanjutan. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa Banyuwangi, Situbondo, dan Surabaya berhasil membangun citra destinasi yang kuat
melalui integrasi storytelling budaya, pengelolaan lingkungan, dan inovasi digital.
Sebaliknya, Probolinggo, Tuban, Lamongan, Gresik, Sidoarjo, dan Pasuruan masih memiliki
branding yang terfragmentasi dan minim inovasi. Temuan tersebut menegaskan bahwa
branding yang efektif memerlukan integrasi antara keberlanjutan, teknologi, pengalaman
wisata, serta kolaborasi multipihak. Model SATRIA dinilai relevan sebagai kerangka strategis
dalam meningkatkan daya saing dan ketahanan jangka panjang destinasi bahari Jawa Timur.