Stigma Sosial Pada Individu Bertato Dikalangan Masyarakat Di Ds. Gorang Gareng Taji, Kec. Nguntoronadi, Kab. Magetan
Kata Kunci:
stigma sosial, individu bertato, masyarakat desa, persepsi sosialAbstrak
Stigma sosial terhadap individu bertato masih menjadi fenomena yang kuat di masyarakat
pedesaan, termasuk di Desa Gorang Gareng Taji, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten
Magetan. Individu bertato kerap dikaitkan dengan citra negatif seperti perilaku menyimpang,
kriminalitas, dan rendahnya moralitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk
stigma sosial yang berkembang di masyarakat serta dampaknya terhadap kehidupan sosial
individu bertato. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif
dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi.
Informan terdiri dari individu bertato dan masyarakat sekitar yang dipilih secara purposive.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigma sosial muncul dalam bentuk pelabelan negatif,
sikap diskriminatif, serta pembatasan interaksi sosial. Stigma tersebut dipengaruhi oleh
konstruksi budaya, nilai agama, dan minimnya pemahaman masyarakat mengenai makna tato
bagi individu. Dampak stigma dirasakan dalam bentuk tekanan psikologis, keterbatasan relasi
sosial, dan hambatan partisipasi sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa stigma sosial
terhadap individu bertato merupakan hasil konstruksi sosial yang dapat diminimalkan melalui
edukasi, komunikasi interpersonal, dan peningkatan toleransi sosial di masyarakat.