Komunikasi Pariwisata Pasar Kramat Mojokerto Melalui Strategi Digital Branding Wisata Tradisional Tempo Dulu
Kata Kunci:
Komunikasi Pemasaran Terintegrasi IMC, Digital Branding, Wisata Tradisional, Pasar Kramat Mojokerto, Media Sosial, Pemasaran DigitalAbstrak
Penelitian ini mengeksplorasi strategi komunikasi pariwisata pada Pasar Kramat Mojokerto melalui digital branding, dalam upaya mengembangkan destinasi wisata tradisional berbasis Syafri Subekhi Rahmatullah,budaya "tempo dulu" di tengah arus digitalisasi. Pasar tradisional diakui tidak hanya sebagai tempat transaksi, tetapi juga ruang interaksi sosial dan budaya yang mengandung kearifan lokal , yang memerlukan strategi digital branding yang kuat, khususnya melalui media sosial, untuk membangun citra dan daya tarik wisata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif , dengan subjek penelitian Bapak Fahrid, selaku pengelola utama Pasar Kramat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi konten media sosial (Instagram, TikTok, YouTube). Landasan teori yang digunakan adalah Integrated Marketing Communication (IMC) dengan delapan bauran komunikasi (Kotler & Keller) Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi digital branding di Pasar Kramat Mojokerto dilaksanakan secara selektif, organik, dan berorientasi pada komunitas budaya lokal. Strategi ini secara efektif menggunakan elemen Online & Social Media Marketing, Events & Experiences, dan Personal Selling untuk menonjolkan narasi nostalgia, nilai budaya, dan hubungan interpersonal yang otentik. Meskipun pemanfaatan digital masih terbatas pada konten dan belum menggunakan sistem manajemen data pelanggan penelitian ini menyimpulkan bahwa autentisitas dan partisipasi sosial menjadi kekuatan utama dalam membangun brand image berkelanjutan. Penerapan IMC ini membuktikan bahwa strategi komunikasi modern dapat bersinergi dengan kearifan tradisional secara kontekstual