Kesadaran Penyelamatan Lingkungan Raja Ampat Di Kalangan Generasi Z (Analisis Resepsi #Saverajaampat Pada Mahasiswa Asal Papua Di Untag Surabaya)
Kata Kunci:
Kesadaran Lingkungan, #SaveRajaAmpat, Analisis Resepsi, Generasi Z, Komunikasi LingkunganAbstrak
Penelitian ini mengkaji bagaimana Generasi Z asal Papua di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya membentuk kesadaran penyelamatan lingkungan Raja Ampat melalui kampanye digital #SaveRajaAmpat. Raja Ampat sebagai kawasan dengan biodiversitas laut tertinggi di dunia menghadapi tekanan ekologis akibat pariwisata berlebih, eksploitasi sumber daya alam, dan pencemaran, sehingga kampanye digital menjadi sarana penting untuk penyebaran informasi dan penguatan solidaritas publik, terutama di kalangan generasi muda yang aktif bermedia sosial. Penelitian ini menganalisis bagaimana mahasiswa Papua menafsirkan pesan kampanye serta bagaimana latar budaya, pengalaman, dan kedekatan emosional terhadap tanah asal memengaruhi pemaknaan mereka. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan analisis resepsi model encoding–decoding Stuart Hall melalui wawancara mendalam kepada informan pengguna aktif media sosial. Hasil penelitian menunjukkan tiga pola resepsi: dominant-hegemonic, ketika pesan diterima penuh sebagai ajakan konservasi, negotiated, ketika pesan diterima namun disesuaikan dengan realitas sosial-ekonomi Papua, dan oppositional, ketika kampanye dianggap belum menyentuh persoalan struktural yang mengancam Raja Ampat. Temuan ini menunjukkan bahwa kampanye digital efektif meningkatkan kesadaran pengetahuan dan kepedulian, tetapi tindakan ekologis nyata tetap dipengaruhi pengalaman langsung dan nilai budaya. Penelitian ini berkontribusi pada kajian komunikasi lingkungan dan aktivisme digital.