Eksistensi Harian Disway Dalam Menerapkan Kode Etik Jurnalistik Di Era Digital
Kata Kunci:
eksistensi media, pagar api jurnalistik, etika jurnalistik, media digital, independensi redaksiAbstrak
Disrupsi digital mendorong perubahan signifikan dalam ekosistem media, terutama pada relasi antara kepentingan redaksi dan bisnis. Tekanan algoritma, tuntutan kecepatan, serta kebutuhan keberlanjutan ekonomi berpotensi melemahkan pagar api jurnalistik dan mengancam independensi media, khususnya media lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana Harian Disway mempertahankan eksistensinya dengan menjaga pagar api jurnalistik di tengah dinamika industri media digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tiga informan kunci, observasi, dan dokumentasi, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber, waktu, dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Harian Disway mampu menjaga independensi redaksi melalui pemisahan peran yang tegas antara redaksi dan bisnis, sikap penolakan terhadap intervensi komersial, serta transparansi pada konten berbayar. Adaptasi digital dilakukan melalui diversifikasi platform dan kerja sama non-intervensif tanpa mengorbankan integritas jurnalistik. Penelitian ini menegaskan bahwa menjaga pagar api jurnalistik merupakan strategi etis sekaligus praktis dalam mempertahankan kredibilitas dan keberlanjutan media lokal di era digital.