KETERBUKAAN KOMUNIKASI REMAJA AKHIR DALAM KELUARGA DENGAN PENGASUHAN STRICT PARENTS DI KOTA SURABAYA

Penulis

  • Avrillia Nuke Risqia Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Amalia Nurul Muthmainnah Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Kata Kunci:

Strict Parents, Keterbukaan Komunikasi, Remaja Akhir, Surabaya

Abstrak

Remaja akhir berada pada fase krusial dalam membangun identitas diri dan menjalin hubungan interpersonal, termasuk dengan orang tua. Namun, dalam keluarga dengan pola asuh strict parents, proses keterbukaan komunikasi sering kali terhambat oleh kontrol yang berlebihan dan kurangnya ruang diskusi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana remaja akhir di Kota Surabaya mengelola keterbukaan komunikasi dalam keluarga strict parents dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan teori Communication Privacy Management (CPM). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap tiga informan berusia 18–24 tahun yang tinggal bersama orang tua dan mengalami pengasuhan strict parents. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja akhir memiliki kesadaran akan batas privasi dan menggunakan strategi komunikasi selektif untuk menjaga keseimbangan antara keterbukaan dan perlindungan diri. Namun, pola komunikasi satu arah, minimnya empati orang tua, dan pelanggaran batas privasi menyebabkan munculnya boundary turbulence yang menurunkan intensi keterbukaan. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan komunikasi dua arah yang empatik dalam keluarga strict parents agar hubungan interpersonal dengan remaja akhir dapat terjalin lebih sehat dan konstruktif.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-07-24