KOMUNIKASI INTERPERSONAL GURU DALAM PEMBELAJARAN PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) DI SMPN 48 SURABAYA

Penulis

  • Emilia Putri Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Bagus Cahyo Shah Adhi Pradana Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Wahyu Kuncoro Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Kata Kunci:

Komunikasi interpersonal, guru, teori interaksi simbolik, P5, pembelajaran

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk dan peran komunikasi interpersonal guru dan murid dalam pembelajaran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMPN 48 Surabaya dengan menggunakan  perspektif teori interaksi simbolik. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana komunikasi  interpersonal guru dan murid berkontribusi terhadap pelaksanaan P5 dan bagaimana makna nilai-nilai Pancasila  dikonstruksi melalui interaksi antara guru dan siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah  deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang dikumpulkan yaitu melalui wawancara mendalam,  observasi partisipatif, dan dokumentasi, dengan partisipan meliputi guru pelaksana P5, koordinator program, dan  siswa kelas VII dan VIII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal guru mencakup berbagai  strategi, antara lain penggunaan simbol verbal dan nonverbal dalam penyampaian materi projek, pendekatan  personal terhadap siswa, sikap suportif dan empatik, serta keterbukaan dalam menerima pendapat siswa. Interaksi  dua arah yang terbangun antara guru dan siswa memungkinkan terjadinya pemaknaan bersama atas nilai-nilai  Pancasila yang diajarkan dalam kegiatan projek. Guru tidak hanya menyampaikan materi secara teoritis, tetapi  juga memberikan keteladanan melalui tindakan nyata yang mencerminkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan  sehari-hari. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa komunikasi interpersonal guru memegang peranan  penting dalam keberhasilan implementasi P5. Komunikasi yang suportif dan terbuka menciptakan suasana belajar  yang nyaman, meningkatkan motivasi siswa, serta memperkuat proses internalisasi nilai-nilai Pancasila. Dengan  demikian, komunikasi interpersonal menjadi elemen krusial dalam mencapai tujuan pembentukan karakter siswa  yang diusung oleh Kurikulum Merdeka.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-07-24