POLA KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA STAF WARUNG DULANG 88 DENGAN PELANGGAN UNTUK MENUMBUHKAN LOYALITAS

Penulis

  • Achmad Maulana Mahdavikia Putra Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Bagus Cahyo Shah Adhi Pradana Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Bambang Sigit Pramono Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Kata Kunci:

Pola Komunikasi, Komunikasi Interpersonal, Loyalitas Pelanggan, Interaksi Simbolik, Pelayanan

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola komunikasi yang diterapkan oleh staf Warung Dulang 88 dalam upaya menumbuhkan loyalitas pelanggan. Dalam era persaingan bisnis kuliner yang semakin kompetitif, tidak hanya kualitas makanan yang menjadi daya tarik utama, tetapi juga kualitas pelayanan, khususnya dalam aspek komunikasi antara staf dan pelanggan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, di mana data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara mendalam terhadap informan kunci (owner dan staf), serta dokumentasi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi interpersonal yang diterapkan staf Warung Dulang 88 terdiri dari komunikasi verbal dan nonverbal yang berjalan secara konsisten dan penuh empati. Komunikasi verbal dilakukan melalui sapaan yang ramah, penggunaan bahasa yang sopan, penjelasan menu secara informatif, dan interaksi yang mengedepankan kenyamanan pelanggan. Komunikasi nonverbal seperti senyuman, intonasi suara, kontak mata, serta gerakan tubuh sopan turut memperkuat kesan pelayanan yang profesional dan bersahabat. Temuan lain menunjukkan bahwa pola interaksi simbolik juga memainkan peran penting dalam membentuk pengalaman pelanggan, seperti penggunaan simbol-simbol budaya (logo, nama “Dulang”), desain ruang, hingga suasana yang mendukung interaksi sosial. Selain komunikasi dengan pelanggan, komunikasi internal antarstaf juga dijaga melalui briefing harian, koordinasi langsung saat jam operasional, serta semangat kolaboratif yang tinggi. Keseluruhan pola komunikasi ini menciptakan pengalaman makan yang tidak hanya memuaskan secara fungsional, tetapi juga emosional, yang pada akhirnya mendorong terbentuknya loyalitas pelanggan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola komunikasi interpersonal yang responsif, hangat, dan bermakna merupakan salah satu kunci penting dalam menciptakan hubungan jangka panjang antara pelaku usaha dan konsumen di sektor kuliner.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-07-24