GAYA KOMUNIKASI BARISTA BRAINCOFFEE DALAM MEMBANGUN ENGAGEMENT UNTUK MENCIPTAKAN LOYALITAS PELANGGAN
Kata Kunci:
Gaya Komunikasi, Barista, Engagement, PelangganAbstrak
Saat ini gaya komunikasi barista merupakan elemen krusial dalam membangun Engagement degan pelanggan di industri coffeeshop modern (Ardianto,2025). Dalam konteks coffeeshop, barista menjadi komunikator yang harus menguasai kredibilitas pengetahuan produk, kemampuan membangun hubungan emosional dengan pelanggan , dan kecakapan menjelaskan aspek teknis kopi secara logis (Arikunto, S.2017). Penelitian ini menggunakan Teori Retorika Carl Rogers karna sangat relevan untuk menganalisis gaya komunikasi barista BrainCoffee karena pendekatannya yang berfokus pada person-centered communication selaras dengan konteks penelitian ini. Rogers menekankan tiga elemen kunci dalam komunikasi efektif: empati (kemampuan memahami perspektif orang lain), congruence (keaslian dalam berkomunikasi), dan unconditional positive regard (penerimaan tanpa syarat terhadap lawan bicara) (Aulia, E., 2020). penelitian ini mengajukan rumusan masalah: "Bagaimana gaya komunikasi barista Braincoffee dalam membangun Engagement dengan pelanggan?" Rumusan ini berupaya mengidentifikasi dan menganalisis strategi komunikasi retoris yang diterapkan barista Braincoffee, meliputi penggunaan komunikasi edukasional, personalisasi interaksi, storytelling produk, dan integrasi komunikasi offline, serta bagaimana strategi tersebut berkontribusi pada pembentukan Engagement pelanggan.