POLA KOMUNIKASI VERBAL DAN NON VERBAL ANTARA GURU DAN SISWA TUNARUNGU SDLB-B KARYA MULIA SURABAYA DALAM KONTEKS PEMBELAJARAN KLASIKAL
Kata Kunci:
Komunikasi Verbal, Komunikasi Nonverbal, Tunarungu SDLB-B, Guru, Teori Interaksi SimbolikAbstrak
Penelitian ini membahas pola komunikasi verbal dan nonverbal yang terjadi antara guru dan siswa tunarungu dalam proses pembelajaran klasikal di SDLB-B Karya Mulia Surabaya. Komunikasi menjadi aspek penting dalam mendukung proses belajar mengajar, terutama bagi siswa dengan hambatan pendengaran yang membutuhkan pendekatan komunikasi khusus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana komunikasi verbal dan nonverbal diterapkan guru kepada siswa tunarungu di dalam kelas. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori interaksi simbolik dari George Herbert Mead sebagai kerangka teori utama, yang menjelaskan bahwa makna dibentuk melalui simbol-simbol dalam proses interaksi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan pola komunikasi verbal seperti pelafalan perlahan, pengulangan kata, dan gerak bibir yang jelas. Sementara pola komunikasi nonverbal melibatkan bahasa isyarat SIBI, gerakan tubuh, ekspresi wajah, dan penggunaan alat bantu visual seperti kaca dan papan tulis. Perpaduan metode ini terbukti efektif dalam membangun pemahaman dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Interaksi yang terbangun bersifat dua arah dan simbolik, menunjukkan bahwa komunikasi di kelas tidak hanya bersifat instruksional, tetapi juga membangun makna dan relasi sosial yang bermakna antara guru dan siswa.