Analisis Framing Pemberitaan Pertamina Tentang Pencampuran BBM Non Subsidi (Studi Pada Kompas.com Edisi 25 – 26 Februari 2025)

Penulis

  • Mohammad Iqbal Putra Ellyanto Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Merry Fridha Tri Palupi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Irmasanthi Danadharta Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Kata Kunci:

Analisis Framing, Media Online, Berita, Agenda Setting

Abstrak

Pertamina sebagai perusahaan BUMN terbesar di Indonesia mengalami krisis setelah terbongkarnya temuan dari Kejaksaan Agung serta munculnya pemberitaan pencampuran BBM non subsidi di media Kompas.com pada 25-26 Februari 2025, menggunakan metode analisis framing model Robert N Entman dengan pendekatan kualitatif konstruktivisme. Studi berfokus pada keempat berita yang mengungkap dugaan korupsi di mana Direktur Utama Pertamina, Riva Siahaan, diduga telah merugikan negara sebesar Rp 193,7 triliun melalui praktik pencampuran BBM jenis pertamax (RON 92) dengan pertalite (RON 90) yang dijual dengan harga lebih tinggi. Peneliti menggunakan empat elemen framing model Entman yaitu: definisi masalah, diagnosis penyebab, penilaian moral, dan rekomendasi penyelesaian, serta teori agenda setting untuk memahami bagaimana media membingkai isu. Hasil penelitian dari keempat berita yang ditemukan cenderung masih bias dan tidak berimbang. Agenda setting dari keempat berita yang sudah diterapkan oleh media online Kompas.com lebih banyak agenda publik, yaitu media tidak hanya memberitakan isu penting, tetapi media berusaha memahami bagaimana isu dianggap penting, dan mampu mempengaruhi cara masyarakat memandang.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-07-24