Jaringan Komunikasi Ruang Ekspresi Komunitas Kesenian Disabilitas Difa Laras
Kata Kunci:
Difa Laras, Jaringan Komunikasi, KomunitasAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran dari jaringan komunikasi untuk membentuk ruang ekspresi komunitas kesenian disabilitas “Difa Laras”. Sebagai kelompok yang rentan, Difa Laras memerlukan peran dari pihak lain agar dapat tercipta ruang ekspresi sebagai tempat untuk mereka bisa mengekspresikan diri mereka dan tidak dianggap lemah. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif deskriptif yang dimana proses pengumpulan data terdapat 3 tahap yaitu observasi, wawancara serta dokumentasi. Hasil yang didapat yaitu terdapat 3 ruang ekspresi yang terbentuk yaitu berdirinya komunitas kesenian disabilitas “Difa Laras”, Penampilan pada acara BK3S JATIM, serta media sosial. Ketiga ruang ekspresi tersebut merupakan hasil dari sebuah jaringan komunikasi yang tidak hanya dari Difa Laras, dimana terdapat beberapa aktor yang terlibat agar tercipta ruang ekspresi tersebut meski begitu Difa Laras juga dapat menunjukan bahwa meskipun memerlukan peran dari pihak lain untuk membentuk ruang ekspresi mereka bisa menghasilkan karya-karya. Meski mereka kini masih terbatas dalam menunjukan karya mereka keluar dari acara yang diselenggarakan BK3S JATIM, mereka menunjukan karya yang mereka hasilkan melalui media sosial agar Difa Laras dapat dikenal lebih luas.