JURNALIS DI TENGAH KONFLIK (ANALISIS WACANA KRITIS VAN DIJK PADA FILM A24 CIVIL WAR)
Kata Kunci:
Jurnalis Perang, Konflik, Analisis Wacana Kritis, Film, Civil WarAbstrak
Film merupakan media yang selalu mudah untuk menyampaikan sebuah kisah dalam ceritanya, maksudnya seringkali film dibuat sebagai media narasi sebuah peristiwa nyata dari berbagai genre mulai dari biografi, fiksi ilmiah, aksi maupun propaganda negara. Civil war merupakan salah satu pembeda dari sekian banyak film yang bertema sama seputar jurnalis perang (war journalist), film garapan Alex Garland ini menyoroti perjalanan jurnalis (Lee, Jessie, Joel, dan Sammy) dalam meliput perang saudara di Amerika Serikat yang hancur dengan sendirinya oleh kebusukan dan keangkuhan kekuasaan itu sendiri. Yang mana ini diperjelas dengan memperlihatkan dilema etika, risiko profesi, dan posisi jurnalis sebagai saksi sekaligus aktor dalam medan konflik. Hasil analisis menunjukkan bahwa wacana dalam film membentuk citra jurnalis sebagai figur yang netral namun rentan, berjuang menegakkan kebenaran di tengah tekanan politik dan ancaman kekerasan. Secara kognitif, film menggambarkan konstruksi sosial mengenai peran media sebagai alat kontrol sosial dan dokumentasi sejarah, namun juga menunjukkan keterbatasannya ketika berhadapan dengan kekuasaan. Dari segi konteks sosial, film merefleksikan realitas kontemporer di mana jurnalisme berada di bawah tekanan ideologis dan politis. Penelitian ini menegaskan pentingnya keberpihakan jurnalis pada kebenaran serta perlindungan terhadap kebebasan pers dalam situasi konflik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi jurnalis dalam situasi konflik bersenjata melalui film Civil War produksi A24 dengan menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis model Teun A. van Dijk. Pendekatan ini dipilih untuk mengkaji struktur wacana yang meliputi dimensi teks, kognisi sosial, dan konteks sosial yang membentuk narasi dalam film.