Perlawanan Aktivis Feminisme Terhadap Femisida (Analisis Isi Unggahan Akun Instagram @indonesiahapusfemisida)

Penulis

  • Febrianti Dewi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Jupriono Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Moh Dey Prayogo Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Kata Kunci:

Aktivis Feminisme, Feminisme Radikal, Femisida, New Social Movement, Ideologi Patriarki

Abstrak

Media sosial telah menjadi platform krusial bagi para aktivis feminis untuk menyebarkan pesan, mengorganisir aksi, dan meningkatkan kesadaran publik mengenai isu-isu gender. Dalam konteks ini, penelitian ini menganalisis perlawanan aktivis feminisme terhadap femisida yang disuarakan melalui unggahan akun Instagram @indonesiahapusfemisida. Menggunakan pendekatan kualitatif kritis dengan enam tahap analisis isi Klaus Krippendorff. Penelitian ini menganalisis sebanyak 22 unggahan akun Instagram @indonesiahapusfemisida dari periode Januari hingga April 2025. Empat belas unggahan menyuarakan perlawanan yang selaras dengan teori feminisme radikal Kate Millett, dominan pada konsep ideologis, sosiologis, dan paksaan. Hasil menunjukkan bahwa akun Instagram @indonesiahapusfemisida ini menjadi platform bagi perlawanan feminis terhadap femisida. Kampanye yang dilakukan merefleksikan karakteristik New Social Movements (NSM), yang memanfaatkan media digital untuk menyuarakan isu-isu seperti feminisme dan hak asasi manusia. Kampanye perlawanan yang dilakukan pada akun Instagram @indonesiahapusfemisida, juga secara konsisten menuliskan dalam narasinya bahwa peristiwa yang diunggah sebagai “Berita Femisida” dengan menampilkan wajah dari para pelaku, baik secara jelas, atau ditutupi masker, atau dari sisi samping. Selain itu, beberapa unggahan juga menyertakan tagar, seperti #femisida, #hapuskanfemisida, #indonesiahapusfemisida.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-07-24