IMPLEMENTASI YAYASAN BINA BHAKTI LINGKUNGAN DALAM SOSIALISASI PENGELOLAAN SAMPAH DI MASYARAKAT
Kata Kunci:
Komunikasi Lingkungan, Public Relations, SurabayaAbstrak
Pengelolaan sampah merupakan tantangan besar di Indonesia, termasuk di Kota Surabaya yang mengalami pertumbuhan penduduk rata-rata 0,82% (BPS,2024), meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Data DKP Surabaya (2024) mencatat bahwa kota ini menghasilkan lebih dari 1.800 ton sampah setiap hari, namun hanya sebagian kecil yang dikelola dengan baik. Permasalahan ini menuntut peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji komunikasi lingkungan yang dilakukan Yayasan Bina Bhakti Lingkungan melalui program Bank Sampah Induk Surabaya (BSIS) dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teori Four Models of Public Relations dari Grunig and Hunt sebagai landasan analisis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang dilakukan yayasan bersifat satu arah dan dominan menggunakan model Public Information, dimana informasi yang disampaikan bersifat faktual, edukatif, namun belum disertai upaya intensif membentuk opini publik melalui media atau kampanye strategis. Terdapat sedikit unsur Two Way Asymmetrical melalui umpan balik seperti angket dan edukasi lanjutan yang bersifat reaktif. Kesimpulannya, komunikasi lingkungan yayasan belum sepenuhnya melibatkan masyarakat secara aktif dan cenderung bersifat top-down.