POLA KOMUNIKASI ANTARA SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS DAN SISWA REGULER DI SEKOLAH INKLUSI SMPN 37 SURABAYA
Kata Kunci:
Pola Komunikasi, Sekolah Inklusi, Komunikasi InterpersonalAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi antara siswa berkebutuhan khusus dan siswa reguler di SMPN 37 Surabaya sebagai sekolah inklusi. Dalam lingkungan pendidikan inklusif, interaksi antar siswa dengan kondisi yang berbeda menjadi tantangan tersendiri dan membutuhkan pemahaman komunikasi yang tepat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk menggali pengalaman siswa dalam menjalin komunikasi dan hubungan sosial. Teori yang digunakan adalah teori komunikasi interpersonal dari Joseph A. DeVito yang menjelaskan komunikasi sebagai proses transaksional yang dinamis, serta teori disonansi kognitif dari Leon Festinger yang membantu memahami ketegangan psikologis akibat perbedaan sikap dan persepsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi dipengaruhi oleh empati, keterbukaan, dan dukungan lingkungan sekolah, serta adanya hambatan psikologis dan sosial. Meskipun terdapat kendala, komunikasi inklusif tetap dapat dibangun melalui pendekatan yang etis dan suportif