Teknik Penggunaan Simbol Komunikasi Dalam Kegiatan Belajar Angklung Dengan Anak Down Syndrome di BK3S Jatim
Kata Kunci:
Difabel, BK3S, Interaksi Simbolik, Anak Down SyndromeAbstrak
Dalam kegiatan belajar angklung bersama anak-anak Down Syndrome di BK3S, tidak semua anak mampu berkomunikasi secara verbal, sehingga diperlukan teknik khusus dalam proses pembelajaran. Guru angklung menciptakan simbol komunikasi nonverbal dengan menggunakan kode angka sebagai instruksi nada, agar anak lebih mudah memahami perintah yang diberikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan menemukan beberapa hal penting, yaitu adanya simbol komunikasi verbal berupa peringatan saat terjadi hambatan, penggunaan teknik angka sebagai simbol komunikasi nonverbal, serta simbol khusus yang digunakan dalam pendekatan dan interaksi sosial dengan anak- anak Down Syndrome. Kesimpulannya, anak-anak Down Syndrome membutuhkan teknik pengajaran dan pendekatan khusus karena keterbatasan mereka dalam memahami metode reguler. Melalui penggunaan simbol angka, anak-anak dapat lebih mudah menangkap makna instruksi guru dalam proses belajar angklung