Perilaku Toxic Dalam Komunikasi Di Game Online Mobile Legends: Bang – Bang
Kata Kunci:
Perilaku toxic, Komunikasi Digital, Mobile LegendsAbstrak
Perkembangan industri game online telah menghasilkan lingkungan komunikasi digital yang kuat dan penuh kompetitif, yang membawa munculnya fenomena perilaku toxic dalam interaksi antara pemain. penelitian ini bertujuan untuk mengenali dan menjelaskan perbedaan perilaku komunikasi toxic pemain Mobile Legends: Bang Bang dalam komunitas RRQ Kingdom di Jawa Timur, baik ketika mereka bermain (in-game) maupun saat berada di luar permainan (real life). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Informasi diperoleh melalui wawancara yang mendalam dan observasi partisipatif terhadap lima narasumber yang merupakan pemain yang aktif. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa perilaku toxic, seperti trashtalking, flaming, dan cyberbullying, lebih sering muncul saat pemain terlibat dalam situasi kompetitif dalam permainan, yang dipicu oleh tekanan emosional dan anonimitas. Sebaliknya, ketika tidak berada dalam permainan, para pemain biasanya bersikap lebih ramah dan teratur dalam berkomunikasi karena adanya norma sosial serta identitas asli yang terlibat dalam interaksi sehari-hari. Analisis menggunakan teori dramatism dari Kenneth Burke menunjukkan bahwa perilaku komunikasi yang toxic dalam permainan bisa dilihat sebagai bagian dari "drama sosial" di mana para pemain memerankan peran tertentu dalam situasi kompetitif yang penuh tekanan. Dengan menggunakan kerangka pentad dramatistik yang terdiri dari elemen act, scene, agent, agency, dan purpose, studi ini menemukan bahwa komunikasi yang agresif saat bermain merupakan lambang simbolis dari peran yang dimainkan oleh para pemain di dunia virtual. Sementara itu, teori masyarakat jaringan Manuel Castells menunjukkan bahwa sistem komunikasi digital yang tidak terpusat dan tidak terlihat identitasnya mendukung berkembangnya cara berkomunikasi yang toleran terhadap perilaku toxic. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan teoritis dalam studi komunikasi digital serta berfungsi sebagai landasan untuk menciptakan etika komunikasi yang lebih baik dalam komunitas game online.