Framing Pemberitaan Wacana Pemerintah Membatasi Akses Media Sosial Bagi Anak di CNNIndonesia.com Dan DetikNews Periode Februari 2025

Penulis

  • Elisya Wahyuningtiyas Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Merry Fridha Tri Palupi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Irmasanthi Danadharta Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Kata Kunci:

Framing, Media Online, Berita

Abstrak

Anak-anak merupakan kelompok rentan yang membutuhkan perlindungan khusus, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi digital. Kurangnya regulasi usia dalam penggunaan media sosial di Indonesia menimbulkan kekhawatiran akan dampak negatif yang dapat dialami anak-anak, seperti kecanduan digital, cyberbullying, dan gangguan kesehatan mental. Menanggapi hal tersebut, pada awal Februari 2025 pemerintah Indonesia mewacanakan pembatasan akses media sosial bagi anak-anak di bawah umur. Wacana ini menjadi sorotan media dan dibingkai secara berbeda. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana CNNIndonesia.com dan DetikNews memberitakan wacana pembatasan akses media sosial anak pada periode 2–5 Februari 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif paradigma konstruktivis dan metode analisis Framing model Robert N. Entman, yang mencakup define problems, diagnose causes, make moral judgement, dan treatment recommendation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua media mendukung wacana pembatasan akses sebagai bentuk perlindungan anak, namun dengan pendekatan berbeda. CNNIndonesia.com menekankan urgensi kebijakan melalui narasi pemerintah, sementara DetikNews menyajikan sudut pandang yang lebih beragam. Perbedaan ini menunjukkan peran media dalam membentuk konstruksi makna isu sosial dan menguatkan teori agenda setting tentang pengaruh media dalam menetapkan isu penting bagi publik

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-07-24