Komunikasi Interpersonal Untuk Mengurangi Alienasi Pada Kaum Disabilitas Penyandang Tunanetra di Mata Hati Surabaya
Kata Kunci:
Alienasi, Disabilitas, Komunikasi Interpersonal, Konsep DiriAbstrak
Penelitian ini bertujuan agar memahami bagaimana komunikasi interpersonal bisa mengurangi perasaan yang teralienasi pada kaum penyandang disabilitas tunanetra di Mata Hati Surabaya. Komunikasi secara umum diartikan sebagai pertukaran informasi secara dua arah dan salah satunya adalah komunikasi interpersonal yang terdapat unsur penting untuk membentuk suatu relasi sosial dengan sehat, melalui lima aspek utama oleh DeVito (1986) yakni keterbukaan, empati, dukungan, sikap positif, dan kesetaraan. Penelitian ini juga menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan jenis fenomenologi untuk mencari pemahaman mendalam pada dua informan tersebut, yaitu Iqbal dan Arya. Adapun Teknik pengumpulan data serta analisis yang peneliti gunakan, untuk pengumpulan, peneliti menggunakan wawancara secara mendalam, dokumentasi, dan observasi. Sedangkan analisis data, menggunakan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan jika komunikasi interpersonal dapat membentuk suatu konsep diri dengan kuat, serta menerapkan lima aspek komunikasi interpersonal DeVito untuk memberikan sikap keterbukaan, saling menghargai, dan membangun hubungan yang seimbang untuk mengurangi rasa keterasingan. Penelitian ini menekankan bahwa penggunaan komunikasi interpersonal secara sehat mampu menjadi solusi kuat dalam mengatasi keterasingan sosial yang dialami oleh penyandang disabilitas tunanetra.