Proses Penetrasi Sosial pada Pasangan Hasil Perjodohan (Studi pada Santriwati Pondok Pesantren)
Kata Kunci:
Perjodohan, Komunikasi Interpersonal, Pesantren, Penetrasi SosialAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses penetrasi sosial dalam hubungan pernikahan pasangan hasil perjodohan di lingkungan pondok pesantren. Fenomena perjodohan yang masih banyak terjadi di pesantren menciptakan proses komunikasi yang unik karena pasangan tidak pernah saling berkomunikasi satu sama lain sebelum menikah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, serta teknik wawancara mendalam terhadap empat santriwati yang menikah melalui perjodohan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan penetrasi sosial menurut Altman dan Taylor yaitu orientasi, pertukaran penjajakan afektif, pertukaran afektif dan pertukaran stabil berlangsung secara bertahap dengan waktu tantangan yang berbeda-beda. Hambatan seperti kecanggungan, perbedaan usia, serta keterbatasan interaksi sebelum menikah menjadi faktor utama yang memengaruhi proses keterbukaan. Namun demikian, dukungan dari keluarga, nilai-nilai pesantren, dan komunikasi yang dibangun setelah pernikahan berperan penting dalam mempercepat proses adaptasi dan pengungkapan diri. Model Johari Window juga digunakan untuk melihat dinamika keterbukaan diri pada masing-masing informan. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya ilmu komunikasi interpersonal dalam konteks budaya religius dan tradisi perjodohan.