ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KASUS PENGHINAAN GUS MIFTAH KEPADA PENJUAL ES TEH DI MEDIA ONLINE DETIK.COM DAN LIPUTAN6.COM
Kata Kunci:
Framing, Berita, Media Online, Gus MiftahAbstrak
Penelitian ini menganalisis pembingkaian berita kasus penghinaan Gus Miftah kepada penjual es teh di Detik.com dan Liputan6.com menggunakan analisis framing Pan dan Kosicki. Media online memiliki potensi membentuk perspektif pembaca melalui framing berita, dan kasus Gus Miftah, seorang ulama kontroversial yang juga staf khusus Presiden, menjadi sorotan intens media. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, menganalisis 7 berita (3 dari Liputan6.com dan 4 dari Detik.com) dalam periode 3-6 Desember 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Detik.com cenderung membingkai insiden ini sebagai pelanggaran serius yang membutuhkan pertanggungjawaban, menekankan dampak dan konsekuensi negatif. Sebaliknya, Liputan6.com lebih memfokuskan pada klarifikasi, pembelaan diri Gus Miftah sebagai "candaan" yang disalahpahami, serta menekankan aspek rekonsiliasi dan berkah spiritual bagi korban. Perbedaan framing ini mencerminkan bagaimana kedua media