REPRESENTASI DUCK SYNDROME DALAM LIRIK LAGU “STRESSED OUT” KARYA TWENTY ONE PILOTS
Kata Kunci:
Duck Syndrome, Representasi, LaguAbstrak
Penelitian in bertujuan untuk mengungkap representasi Duck Syndrome dalam lirik lagu Stressed Out karya Twenty One Pilots menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Duck Syndrome merupakan kondisi psikologis ketika seseorang tampak tenang di luar, tetapi yang sebenarnya terjadi sedang mengalami tekanan emosional yang berat di dalam. Lagu Stressed Out dipilih sebagai objek penelitian karena terdapat ungkapan kecemasan dan tekanan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes yang terdiri dari tiga tahapan: Denotasi, Konotasi, dan Mitos. Unit analisis terdiri dari satu bagian chorus dan dua penggalan lirik yang dianggap paling representatif terhadap fenomena Duck Syndrome. DUCK SYNDROME, sebagai fenomena psikologis yang kerap tersembunyi, tergambar dalam bentrokan antara tampilan luar yang terlihat tenang dengan kondisi emosional yang penuh tekanan. Hal ini diperkuat oleh mitos sosial yang menuntut generasi muda untuk tampil sempurna, kuat, dan mandiri, meskipun kenyataannya mereka tengah berjuang dengan tekanan emosional yang tidak terlihat. Lagu ini tidak hanya menjadi media ekspresi personal, melainkan juga ruang kritik terhadap budaya modern yang menormalisasi tekanan psikologis dalam balutan pencitraan sosial. Hasil penelitian menunjukkan secara denotatif, lirik menggambarkan narasi transisi dari masa anak-anak menuju fase awal dewasa. Pada tingkat konotatif, lirik menyiratkan rasa tidak aman, tekanan sosial, dan keinginan untuk lari dari kenyataan. Lalu pada tingkat mitos, lagu ini membongkar ideologi tentang kedewasaan, individualisme, dan kapitalisme. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lagu Stressed Out tidak hanya menjadi media ekspresi personal, tetapi juga mencerminkan fenomena yang banyak dialami oleh generasi muda, yaitu Duck Syndrome. Musik juga bisa berfungsi sebagai media representasi yang mampu menyuarakan isu psikologis dan ideologis secara simbolik