Komunikasi Interpersonal Guru Terhadap Murid di SLB Khusus Bina Mandiri Surabaya
Kata Kunci:
Komunikasi Interpersonal, Pendidikan Inklusif, Guru dan Siswa, SLB Khusus Bina Mandiri SurabayaAbstrak
Sangat penting bagi proses pembelajaran di Sekolah Luar Biasa (SLB) untuk terjadi komunikasi interpersonal
antara guru dan siswa berkebutuhan khusus. Studi ini dilakukan di SLB Khusus Bina Mandiri Surabaya, yang
menggunakan pendekatan holistik dan personal untuk membantu siswa dengan kebutuhan khusus seperti Down
Syndrome dan Autisme. Topik ini dipilih karena komunikasi yang baik memengaruhi pemahaman akademik
siswa serta perkembangan sosial, emosional, dan kemandirian mereka. Metode deskriptif kualitatif digunakan
dalam penelitian ini untuk mempelajari praktik komunikasi interpersonal guru dengan menggunakan observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan berbagai gaya
komunikasi verbal dan non-verbal, termasuk instruksi sederhana, simbol visual, ekspresi wajah, dan gerak
tubuh, untuk menyesuaikan interaksi dengan masing-masing siswa. Faktor-faktor seperti latar belakang
pendidikan khusus guru, dukungan lingkungan sekolah, dan pemahaman tentang sifat unik siswa mendukung
komunikasi yang terbangun. Ditunjukkan oleh peningkatan partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran,
keterlibatan sosial yang lebih baik, dan kestabilan emosi selama kegiatan pembelajaran. Temuan ini menegaskan
bahwa komunikasi interpersonal guru tidak hanya bermanfaat untuk mengajar tetapi juga sangat penting untuk
membuat lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung serta membangun hubungan yang manusiawi dengan
siswa yang memiliki kebutuhan khusus.