Analisis Strategi Komunikasi Media Sosial Instagram dalam Mendukung Kampanye Kesadaran Anak Inklusi di Yayasan Aurica
Kata Kunci:
Strategi Komunikasi, Media Sosial, Anak Berkebutuhan KhususAbstrak
Menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, ABK berhak memperoleh pendidikan
yang layak, layanan kesehatan, dan kesempatan yang sama dalam kehidupan sosial. Namun, dalam praktiknya, masih
banyak tantangan yang harus dihadapi untuk mewujudkan masyarakat yang benar-benar inklusif. Meninjau dari
permasalahan tersebut Yayasan Aurica memanfaatkan media sosial seperti Instagram, YouTube, dan TikTok untuk
menyampaikan berbagai informasi terkait kegiatan pendidikan, cerita inspiratif dari siswa dan orang tua, serta konten
kampanye yang mendorong penerimaan terhadap anak-anak disabilitas. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis
strategi komunikasi media sosial yang digunakan Yayasan Aurica dalam mendukung kampanye kesadaran anak inklusi,
khususnya anak-anak dengan gangguan pendengaran. Penjelasan mengenai pembelajaran inklusif merupakan
pendekatan yang memberikan kesempatan bagi semua siswa, termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan dan memahami
strategi komunikasi media sosial yang digunakan oleh Yayasan Aurica dalam mendukung kampanye kesadaran anak
inklusi. Adapun hasil dari penelitian menunjukan bahwa meskipun tidak semua pengguna media sosial memiliki
ketertarikan pada postingan yang ada di media sosial yayasan aurica, namun melalui pendekatan dengan menunjukan
aktivitas akademik maupun non akademik menjadi salah satu strategi yang digunakan untuk mengajak pengguna media
sosial turut aktif dalam menyadari pentingnya kesetaraan pendidikan pada pembelajaran inklusif khususnya pada Anak
Berkebutuhan Khusus (ABK).