Analisis Perbandingan Biaya dan Waktu Pelaksanaan Konstruksi Antara Metode Pracetak dan Cor di Tempat pada Proyek Lanjutan Pembangunan Jalan Tubaan–Semurut (Anggaran Daerah yang Direvisi) di Kabupaten Berau
Kata Kunci:
Pengecoran di Tempat, Pracetak, Infrastruktur JalanAbstrak
Pengembangan infrastruktur jalan merupakan faktor kunci dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah, mempercepat distribusi barang dan jasa, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, proyek lanjutan Jalan Tubaan–Semurut, yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBD-P), merupakan salah satu upaya strategis pemerintah daerah untuk meningkatkan aksesibilitas dan mengoptimalkan potensi daerah. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan efisiensi waktu dan biaya antara dua metode konstruksi: pracetak dan cor di tempat, yang diterapkan pada proyek tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, dengan data yang dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, dan analisis dokumen teknis proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pracetak lebih unggul dalam hal waktu pelaksanaan, sedangkan metode cor di tempat lebih ekonomis dalam hal biaya langsung. Total biaya pelaksanaan menggunakan metode pracetak sebesar Rp 429.225.224 dengan durasi konstruksi 17 hari, sedangkan metode cor di tempat membutuhkan biaya sebesar Rp 367.038.549 dan durasi 37 hari. Dengan demikian, metode pracetak memberikan penghematan waktu hingga 20 hari, meskipun dengan selisih biaya yang lebih tinggi sebesar Rp 62.186.675 dibandingkan dengan metode cor di tempat. Berdasarkan temuan ini, metode pracetak direkomendasikan untuk proyek infrastruktur di daerah terpencil atau yang memiliki kendala waktu yang ketat, karena keunggulannya dalam efisiensi waktu dan kemudahan implementasi. Namun, dalam situasi dengan keterbatasan anggaran yang lebih ketat, metode cor di tempat tetap menjadi alternatif yang relevan dan layak.
