Analisis Keterlambatan Distribusi Material terhadap Kinerja Biaya dan Waktu
Studi Kasus: Proyek Pembangunan Jalan Kasai – Semanting, Kabupaten Berau
Kata Kunci:
Waktu Penyelesaian, Waktu Kerja Efektif, Keterlambatan Material, Biaya Proyek, Keuntungan ProyekAbstrak
Studi ini bertujuan untuk menganalisis dampak keterlambatan distribusi material terhadap biaya, keuntungan, dan waktu penyelesaian proyek, menggunakan studi kasus Proyek Konstruksi Jalan Kasai–Semanting di Kabupaten Berau. Pengurangan jam kerja efektif akibat keterlambatan distribusi material ditemukan secara signifikan mempengaruhi peningkatan biaya proyek, penurunan keuntungan, dan perpanjangan durasi proyek. Analisis menunjukkan bahwa ketika jam kerja efektif berkurang dari 6 jam menjadi 4 jam per hari, biaya proyek meningkat dari Rp 10,57 miliar menjadi Rp 15,58 miliar, sedangkan keuntungan turun dari Rp 8,60 miliar menjadi Rp 3,59 miliar. Lebih lanjut, waktu penyelesaian proyek meningkat dari 180 hari menjadi 270 hari, menunjukkan keterlambatan selama 90 hari kerja. Temuan ini menggarisbawahi bahwa keterlambatan distribusi material dapat mengganggu efisiensi dan keberhasilan keseluruhan proyek konstruksi. Oleh karena itu, perencanaan logistik dan manajemen distribusi material yang tepat waktu sangat penting untuk menjaga kendali atas biaya, keuntungan, dan jadwal proyek.
