PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM (DAUN) SEBAGAI MODAL USAHA UMKM BATIK ECOPRINT DAN PEMASARAN SECARA DIGITAL SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PEREKONOMIAN DI RT 98/RW 009 DESA TROPODO, KECAMATAN WARU SIDOARJO
Abstract
Permasalahan yang terjadi di lingkungan RT 98 RW 009 yang di mana merupakan tempat tinggal mitra memiliki beberapa permasalahan yaitu sumber pendapatan mitra yang minim karena efek pandemi yang terpaksa harus di PHK sehingga tidak memiliki pekerjaan, potensi alam desa yang belum dimanfaatkan dengan baik, kurangnya keterampilan. Untuk menanggapi beberapa permasalahan tersebut, saya memilih UMKM Batik Ecoprint sebagai solusi. Batik ecoprint ini dapat dijadikan tren gaya hidup masyarakat ramah lingkungan karena batik ecoprint memanfaatkan sumber daya alam yang ada, menggunakan bahan dedaunan dan bunga yang berasal dari alam dan sama sekali tidak menggunakan bahan kimia. Produk yang dihasilkan berupa lembaran kain dan produk fashion, memiliki nilai tambah dalam budaya lokal yang ramah lingkungan. Sesuai dengan namanya, eco dari kata ekosistem (alam) dan print yang artinya mencetak. Teknik pewarnaan ecoprint yang dipelopori oleh India Flint. Ecoprint diartikan sebagai proses untuk mentransfer warna dan bentuk ke kain melalui kontak langsung. Teknik ecoprint yang merupakan perkembangan dari ecofashion, untuk menghasilkan produk fashion yang ramah lingkungan.Potensi lingkungan yang ada di sekitar masyarakat perlu dimanfaatkan dengan baik, salah satunya dengan menjadikannya sebagai suatu produk yang layak dijual sehingga bisa meningkatkan pendapatan mitra.
Kata kunci : Batik Ecoprint, Sumber Daya Alam, Produk, UMKM dan Sumber Pendapatan.




