Penjernihan Air di Desa Cerme Ngabetan Gresik Dengan Biji Salak Sebagai Filter Air Kran
Keywords:
filter air, air jernih, cerme apsari, biji salakAbstract
Air yang terdapat di Perumahan Cermai Apsari didapati keruh setelah hujan. Hal ini berlangsung dalam delapan
tahun terakhir. Air menjadi lebih baik setelah terjadi rutinitas perawatan yang dilakukan oleh Perumda Giri Tirta
Gresik. Warna yang keruh menjadi permasalahan warga apabila saat ingin menggunakan air untuk kebutuhan
sehari-hari. Air keruh ini sering terjadi apabila ada perbaikan, setelah perbaikan, terlebih ketika hujan usai. Untuk
mengatasi permasalahan tersebut, saya berpikir untuk membuat filter air kran yang dapat digunakan warga untuk
mengatasi keadaan air keruh. Dalam Jurnal Universitas Negeri Medan berjudul Penerapan Filter Air Berbasis
Zeolit dan Pasir Silika Dengan Penambahan Karbon Aktif Biji Salak Untuk Meningkatkan Kualitas Air Sumur
Gali telah meneliti secara sistematis dan mampu untuk menjernihkan air sumur yang berkondisi keruh. Maka
dengan metode yang sama, saya akan menggunakan biji salak sebagai bahan utama dalam filter kran yang akan
saya uji untuk mengatasi permasalahan warga. Dengan hasil yang sudah diuji berkali-kali, filter air kran ini akan
dibentuk sedemikian praktis hingga warga dapat dengan mudah untuk membuatnya. KKN ini akan mengeluarkan
output penyuluhan dengan prototype yang nantinya dapat diterapkan ke banyak desa lain dengan permasalahan
sama. Sehingga pemerintah dapat memasukan program ini dalam daily check per 6 bulan. Dalam KKN yang saya
lakukan selama 12 hari, mengharapkan Desa Cerme Ngabetan, Gresik dapat menggunakan air yang memenuhi
standar PERMENKES RI No.32 Tahun 2017.




