OPTIMALISASI ADSORPSI CO2 MENGGUNAKAN ARANG BIJI SALAK AKTIV UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS UDARA

Authors

  • Rizki Muliyaningsih Universitas 17 Agustus 1945 Semarang
  • Retno Ambarwati Universitas 17 Agustus 1945 Semarang
  • Sri Mulyaningsih Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Keywords:

Adsorpsi CO2, arang biji salak, H3PO4, KOH, NaCl.

Abstract

Emisi gas karbon dioksida (CO2) merupakan kontributor utama perubahan iklim. Menurut data International Energy Agency jumlah emisi karbon meningkat disetiap tahunnya dan mencapai lebih dari 36,8 Gt pada 2022. Meningkatnya emisi karbon memiliki dampak yang sangat buruk bagi kesehatan. Bahkan dalam penelitiannya disebutkan bahwa emisi karbon menjadi penyebab 4,5 juta kematian tahunan dengan penyakit pneumonia (12%), stroke (34%), penyakit jantung iskemik (26%), penyakit paru obstruktif kronik (22%), dan kanker paru-paru (6%). Untuk menghindari bahaya tersebut, perlu adanya kontrol dari emisi CO2, dengan salah satu caranya adalah mengoptimalkan adsorpsi CO2.Penelitian ini difokuskan pada upaya pengurangan kandungan CO2 dengan metode adsorpsi menggunakan adsorben arang biji salak, dengan variasi aktivator arang H3PO4, KOH, NaCl, konsentrasi 0%, 10%, 20%, 30%, 40%. Ukuran adsorben yang digunakan 50 mesh. Aktivasi kimia menggunakan variable waktu perendaman arang selama 1 jam. Untuk aktivasi fisika, arang dipanaskan pada suhu 200oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adsorpsi maksimal terjadi pada adsorben arang dengan aktivator H3PO4 10% dengan kadar CO2 teradsorp 94,30%, KOH 30% dengan kadar CO2 teradsorp 96,80%, dan NaCl 20% dengan kadar CO2 teradsorp 91,74%.

Downloads

Published

2024-11-30

How to Cite

Rizki Muliyaningsih, Retno Ambarwati, & Sri Mulyaningsih. (2024). OPTIMALISASI ADSORPSI CO2 MENGGUNAKAN ARANG BIJI SALAK AKTIV UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS UDARA. SEMINAR NASIONAL KONSORSIUM UNTAG SE INDONESIA, 279-285. Retrieved from https://conference.untag-sby.ac.id/index.php/snkui/article/view/5349